Senin, 15 Februari 2016

KLASIFIKASI, KONSEP & TERMINOLOGI BIAYA



 KLASIFIKASI, KONSEP & TERMINOLOGI  BIAYA

I.                   KLASIFIKASI BIAYA
Di dalam semua bisnis akan terjadi biaya (cost) dan biaya (expense) . Biaya sebagai cost berbeda dengan expense.
Pengertian Cost
Cost adalah semua biaya (kas atau sejenisnya yang dikorbankan) untuk memperoleh atau memproduksi barang yang dianggap akan memberi manfaat di waktu yang akan datang dan oleh sebab itu akan dicantumkan dalam neraca.
Pengertian Expense
Expense adalah pengeluaran untuk mendapatkan pendapatan pada suatu periode tertentu yang dikurangkan pada pendapatan untuk memperoleh laba.
Meskipun semua bisnis memiliki biaya namun biaya tersebut akan berbeda jika jenis bisnisnya berbeda. Jenis bisnis ada 3 yaitu :
1.      Manufaktur
Perusahaan yang memproduksi bahan baku menjadi barang jadi
2.      Dagang
Perusahaan yang membeli barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa proses lebih lanjut
3.      Jasa
Perusahaan yang hanya menyediakan jasa

A.    Biaya Manufaktur
Dalam akuntansi manajemen terdapat banyak sekali istilah biaya dan biaya-biaya ini diklasifikasikan secara berbeda sesuai dengan kebutuhan manajemen.  Klasifikasi biaya biasanya tergantung tipe organisasinya, miasalnya manufaktur, perdagangan, dan jasa. Mari terlebih dahulu kita membahas biaya pada perusahaan manufaktur.

1.      BIAYA PRODUKSI.
Kebanyakan perusahaan manufaktur membagi biaya ke manufaktur ke dalam 3 kategori besar: biaya langsung, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik.
a.        Biaya Langsung
Biaya langsung adalah bahan yang menjadi bagian tterpisahkan dari produk jadi dadapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut.
b.      Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contoh, tukang kayu, tukang batu, operator mesin.
c.       Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang tidak termasuk dalam biaya langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Jenis biiaya ini misalnya seperti biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak property, penyusustan, asuransi fasilitas-fasilitas produksi.
2.      BIAYA NON PRODUKSI
Jenis biaya non produksi dipilah menjadi dua yaitu:
a.       Biaya penjualan dan marketing
Biaya penjualan dan marketing termasuk semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan konsumen dan memperoleh produk atau jasa untuk disampaikan kepada konsumen. Biaya marketing meliputi pengiklanan, pengiriman, perjalanan dalam rangka penjualan, komisi penjualan, gaji dan bagian penjualan, komisi penjualan, gaji untuk bagian penjualan, biaya gudang produk jadi\
b.      Biaya Administrasi
Biaya administrasi meliputi eksekutif, organisasional, dan klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contohnya adalah kompensasi eksekutif, akuntansi umum, secretariat, public relation, dan biaya sejenisnya.

II.                BIAYA PERIODE DAN BIAYA PRODUK
Pada perusahaan manufaktur terdapat biaya periode dan biaya produk.
A.    Biaya Periode
Adalah biaya yang ditemukan sebagai lawan (pengurang) pendapatan pada periode tertentu. Semua biaya biaya penjualan dan administrasi dalah merupakan biaya periode.
B.     Biaya Produk
Adalah biaya yang terdiri dari semua biaya yang masuk dalam pembelian atau pembuatan barang. Biaya produk terlihat melekat pada unit produk yang dibeli atau dibuat.
III.             KLASIFIKASI BIAYA PADA LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang dibuat untuk perusahaan manufaktur akan berbeda dengan perusahaan dagang. Perusahaan manufaktur adalah organisasi yang lebih kompleks daripada perusahaan dagang karena perusahaan manufaktur harus membuat barangnya sebelum menjualnya.
A.    Neraca
Perbedaan antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang adalah ada pada akun persediaan. Dalam perusahaan dagang di akun persediaan hanya ada barang dagangandari supplier yang menuggu untuk dijual lagi ke konsumen. Sedangkan di perusahaan manufaktur akun persediaan terdiri dari bahan baku, barang dalam proses dan barang jadi.

Akun Persediaan

Awal (Rp)
Akhir (Rp)
Bahan baku
60.000
50.000
Barang dalam proses
90.000
60.000
Barang jadi
125.000
175.000
Total persediaan
275.000
285.000


Akun Persediaan

Awal (Rp)
Akhir (Rp)
Persediaan barang dagangan
150.000
100.000

B.     Laporan Laba Rugi
Perbedaan yang antara perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur ada pada perhitungan dari Cost of Good Sold (harga pokok penjualan)
1.      Perusahaan Dagang
CGS = persediaan awal + pembelian – persediaan akhir
2.      Perusahaan Manufaktur
CGS = persediaan awal barang jadi + harga pokok produk – persediaan akhir barang jadi


IV.             KLASIFIKASI BIAYA MENURUT PERILAKU BIAYA
Perilaku biaya mempunyai maksud bahwa biaya akan bereaksi atau merespon untuk setiap perubahan level atau jumlah dari aktivitas bisnis tersebut.
A.    Biaya Variabel
Adalah biaya yang jumlahnya akan berubah secara proporsional pada saat level atau jumlah dari aktivitasnya berubah. Aktivitasnya berupa unit produk, unit terjual, jam kerja dan lainnya. Contoh untuk biaya variable ini adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
B.     Biaya Tetap
Biaya yang selalu konstan (tetap) jumlahnya pada saat terjadi perubahan aktivitas atau level. Misal biaya sewa alat per bulan, biaya depresiasi, asuransi, pajak, gaji administrasi dan biaya advertising.

V.                KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PENENTUAN BIAYA PADA OBYEK BIAYA
Objek biaya adalah segala sesuatu yang diinginkan data biayanya. Termasuk di dalamnya produk, line produk, konsumen, jobs, dan lainnya.

A.    Biaya langsung
Biaya yang dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya ke dalam bagian obyek biaya. Biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung adalah biaya yang masuk di dalamnya.
B.     Biaya tidak langsung
Biaya yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya pada suatu obyek biaya. Biaya manager pabrik misalnya.
 
VI.             KLASIFIKASI BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Klasifikasi biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan terdiri dari 3 yaitu :
a.       Differensial cost and revenue
Keputusan adalah pemilihan dari beberapa alternative. Dalam bisnis setiap alternative mempunyai biaya dan keuntungan tertentu yang bisa dibandingkan dengan biaya dan keuntungan dari alternative lainnya.
Perbedaan biaya antara satu dengan lainnya dari beberapa alternative disebut dengan differensial cost. Sedangkan perbedaan pendapatan antara satu dengan lainnya dari beberapa laternatif pendapatan disebut dengan different revenue. Differensial cost biasa juga dikenal dengan istilah incremental cost. Secara teknis incremental cost hanya menyatakan kenaikan cost dari satu alternative dengan alternative lainnya. Sedangkan kebalikannya adalah decremental cost. Misalnya penjualan produk akan mengarah ke retail atau langsung ke konsumen. Berarti ada biaya dan pendapatan yang berbeda dari kedua alternative tersebut.
b.      Opportunity cost
Adalah keuntungan potensial yang dikorbankan karena memilih satu altenatif diantara beberapa laternatif lainnya. Biaya kesempatan ini tidak selalu muncul dalam catatan akuntansi pada organisasi, namun biaya ini dengan sangat jelas harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan manajer.
c.       Sunk cost
Biaya yang telah muncul (terjadi) dan tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat sekarang atau di masa depan.
Missal perusahaan telah membayar Rp.50.000,- untuk mesin khusus. Maka sejak saat itu biaya pasti akan muncul yaitu biaya depresiasi yang timbul karena keputusan berinvestasi pada mesin khusus tersebut. Biaya depresiasi ini disebut dengan biaya tenggelam (sunk cost)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar