KLASIFIKASI, KONSEP & TERMINOLOGI BIAYA
I.
KLASIFIKASI
BIAYA
Di
dalam semua bisnis akan terjadi biaya (cost) dan biaya (expense) . Biaya
sebagai cost berbeda dengan expense.
Pengertian Cost
Cost
adalah semua biaya (kas atau sejenisnya yang dikorbankan) untuk memperoleh atau
memproduksi barang yang dianggap akan memberi manfaat di waktu yang akan datang
dan oleh sebab itu akan dicantumkan dalam neraca.
Pengertian Expense
Expense
adalah pengeluaran untuk mendapatkan pendapatan pada suatu periode tertentu
yang dikurangkan pada pendapatan untuk memperoleh laba.
Meskipun
semua bisnis memiliki biaya namun biaya tersebut akan berbeda jika jenis
bisnisnya berbeda. Jenis bisnis ada 3 yaitu :
1.
Manufaktur
Perusahaan
yang memproduksi bahan baku menjadi barang jadi
2.
Dagang
Perusahaan
yang membeli barang dan kemudian menjualnya kembali tanpa proses lebih lanjut
3.
Jasa
Perusahaan
yang hanya menyediakan jasa
A. Biaya Manufaktur
Dalam
akuntansi manajemen terdapat banyak sekali istilah biaya dan biaya-biaya ini
diklasifikasikan secara berbeda sesuai dengan kebutuhan manajemen. Klasifikasi biaya biasanya tergantung tipe
organisasinya, miasalnya manufaktur, perdagangan, dan jasa. Mari terlebih
dahulu kita membahas biaya pada perusahaan manufaktur.
1.
BIAYA PRODUKSI.
Kebanyakan perusahaan
manufaktur membagi biaya ke manufaktur ke dalam 3 kategori besar: biaya
langsung, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik.
a. Biaya Langsung
Biaya langsung adalah bahan yang menjadi bagian tterpisahkan
dari produk jadi dadapat ditelusuri secara fisik dan mudah ke produk tersebut.
b. Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang
dapat ditelusuri dengan mudah ke produk jadi. Contoh, tukang kayu, tukang batu,
operator mesin.
c. Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya yang tidak termasuk dalam
biaya langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Jenis biiaya ini misalnya
seperti biaya bahan tidak langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, biaya
pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi, listrik dan penerangan, pajak
property, penyusustan, asuransi fasilitas-fasilitas produksi.
2.
BIAYA NON PRODUKSI
Jenis biaya non
produksi dipilah menjadi dua yaitu:
a. Biaya penjualan dan marketing
Biaya penjualan dan marketing termasuk semua biaya yang
diperlukan untuk menangani pesanan konsumen dan memperoleh produk atau jasa
untuk disampaikan kepada konsumen. Biaya marketing meliputi pengiklanan,
pengiriman, perjalanan dalam rangka penjualan, komisi penjualan, gaji dan
bagian penjualan, komisi penjualan, gaji untuk bagian penjualan, biaya gudang
produk jadi\
b. Biaya Administrasi
Biaya administrasi meliputi eksekutif, organisasional,
dan klerikal yang berkaitan dengan manajemen umum organisasi. Contohnya adalah
kompensasi eksekutif, akuntansi umum, secretariat, public relation, dan biaya
sejenisnya.
II.
BIAYA
PERIODE DAN BIAYA PRODUK
Pada
perusahaan manufaktur terdapat biaya periode dan biaya produk.
A.
Biaya Periode
Adalah
biaya yang ditemukan sebagai lawan (pengurang) pendapatan pada periode
tertentu. Semua biaya biaya penjualan dan administrasi dalah merupakan biaya
periode.
B.
Biaya Produk
Adalah
biaya yang terdiri dari semua biaya yang masuk dalam pembelian atau pembuatan
barang. Biaya produk terlihat melekat pada unit produk yang dibeli atau dibuat.
III.
KLASIFIKASI
BIAYA PADA LAPORAN KEUANGAN
Laporan
keuangan yang dibuat untuk perusahaan manufaktur akan berbeda dengan perusahaan
dagang. Perusahaan manufaktur adalah organisasi yang lebih kompleks daripada perusahaan
dagang karena perusahaan manufaktur harus membuat barangnya sebelum menjualnya.
A.
Neraca
Perbedaan
antara perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang adalah ada pada akun
persediaan. Dalam perusahaan dagang di akun persediaan hanya ada barang dagangandari
supplier yang menuggu untuk dijual lagi ke konsumen. Sedangkan di perusahaan
manufaktur akun persediaan terdiri dari bahan baku, barang dalam proses dan
barang jadi.
|
Akun Persediaan
|
||
|
|
Awal
(Rp)
|
Akhir
(Rp)
|
|
Bahan
baku
|
60.000
|
50.000
|
|
Barang
dalam proses
|
90.000
|
60.000
|
|
Barang
jadi
|
125.000
|
175.000
|
|
Total
persediaan
|
275.000
|
285.000
|
|
Akun
Persediaan
|
||
|
|
Awal (Rp)
|
Akhir (Rp)
|
|
Persediaan barang dagangan
|
150.000
|
100.000
|
B.
Laporan Laba
Rugi
Perbedaan
yang antara perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur ada pada perhitungan
dari Cost of Good Sold (harga pokok penjualan)
1.
Perusahaan
Dagang
CGS
= persediaan awal + pembelian – persediaan akhir
2.
Perusahaan
Manufaktur
CGS
= persediaan awal barang jadi + harga pokok produk – persediaan akhir barang
jadi
IV.
KLASIFIKASI
BIAYA MENURUT PERILAKU BIAYA
Perilaku
biaya mempunyai maksud bahwa biaya akan bereaksi atau merespon untuk setiap
perubahan level atau jumlah dari aktivitas bisnis tersebut.
A.
Biaya Variabel
Adalah
biaya yang jumlahnya akan berubah secara proporsional pada saat level atau
jumlah dari aktivitasnya berubah. Aktivitasnya berupa unit produk, unit
terjual, jam kerja dan lainnya. Contoh untuk biaya variable ini adalah biaya
bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
B.
Biaya Tetap
Biaya
yang selalu konstan (tetap) jumlahnya pada saat terjadi perubahan aktivitas
atau level. Misal biaya sewa alat per bulan, biaya depresiasi, asuransi, pajak,
gaji administrasi dan biaya advertising.
V.
KLASIFIKASI
BIAYA UNTUK PENENTUAN BIAYA PADA OBYEK BIAYA
Objek
biaya adalah segala sesuatu yang diinginkan data biayanya. Termasuk di dalamnya
produk, line produk, konsumen, jobs, dan lainnya.
A.
Biaya langsung
Biaya
yang dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya ke dalam bagian obyek biaya. Biaya
bahan baku dan tenaga kerja langsung adalah biaya yang masuk di dalamnya.
B.
Biaya tidak
langsung
Biaya
yang tidak dapat dengan mudah ditelusuri jejaknya pada suatu obyek biaya. Biaya
manager pabrik misalnya.
VI.
KLASIFIKASI
BIAYA UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Klasifikasi
biaya yang digunakan dalam pengambilan keputusan terdiri dari 3 yaitu :
a.
Differensial
cost and revenue
Keputusan
adalah pemilihan dari beberapa alternative. Dalam bisnis setiap alternative
mempunyai biaya dan keuntungan tertentu yang bisa dibandingkan dengan biaya dan
keuntungan dari alternative lainnya.
Perbedaan
biaya antara satu dengan lainnya dari beberapa alternative disebut dengan
differensial cost. Sedangkan perbedaan pendapatan antara satu dengan lainnya
dari beberapa laternatif pendapatan disebut dengan different revenue.
Differensial cost biasa juga dikenal dengan istilah incremental cost. Secara teknis
incremental cost hanya menyatakan kenaikan cost dari satu alternative dengan
alternative lainnya. Sedangkan kebalikannya adalah decremental cost. Misalnya
penjualan produk akan mengarah ke retail atau langsung ke konsumen. Berarti ada
biaya dan pendapatan yang berbeda dari kedua alternative tersebut.
b.
Opportunity cost
Adalah
keuntungan potensial yang dikorbankan karena memilih satu altenatif diantara
beberapa laternatif lainnya. Biaya kesempatan ini tidak selalu muncul dalam
catatan akuntansi pada organisasi, namun biaya ini dengan sangat jelas harus
dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan manajer.
c.
Sunk cost
Biaya
yang telah muncul (terjadi) dan tidak dapat diubah oleh keputusan yang dibuat
sekarang atau di masa depan.
Missal
perusahaan telah membayar Rp.50.000,- untuk mesin khusus. Maka sejak saat itu
biaya pasti akan muncul yaitu biaya depresiasi yang timbul karena keputusan
berinvestasi pada mesin khusus tersebut. Biaya depresiasi ini disebut dengan
biaya tenggelam (sunk cost)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar